Hipertensi atau tekanan darah tinggi

Hipertensi juga dikenal sebagai tekanan darah tinggi. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sementara (jangka pendek) atau kronis di arteri. Peningkatan tekanan darah ini bisa berdampak pada kerusakan pembuluh darah yang mana kerusakan tersebut dapat mengakibatkan berbagai penyakit diantaranya penyakit jantung, stroke, dan juga gagal ginjal.

Hipertensi merupakan penyebab terbanyak kematian di dunia. Menurut WHO, 46 % penderita hipertensi tidak menyadari bahwa mereka menderita hipertensi, 42% diobati dan hanya 12 % penderita hipertensi yang terkendali.

Tekanan darah diukur dalam dengan satuan mm Hg atau milimeter air raksa. Hasil pembacaan tekanan darah memiliki dua angka. Pada saat pengukuran tekanan darah akan didapati 2 hasil yaitu sistolik dan diastolik. Sistolik menunjukkan tekanan darah pada saat jantung berdetak sedangkan diastolik menunjukkan tekanan darah ketika jatung dalam keadaan mengembang.

Jenis-jenis hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi dibedakan menjadi 2 jenis yaitu hipertensi esensial dan hipertensi sekunder. Hipertensi esensial atau sering disebut hipertensi primer adalah tekanan darah tinggi yang paling banyak terjadi yang tidak diketahui penyebabnya. Hipertensi jenis ini ditandai dengan tekanan darah yang tinggi secara terus menerus dengan sebab yang tidak teridentifikasi. Sedangkan hipertensi sekunder adalah hipertensi yang sudah diketahui penyebabnya. Biasanya terjadi secara tiba-tiba karena berbagi kondisi tertentu seperti obat-obatan, penyakit ginjal, tumor, penyakit pada kelenjar tiroid, penggunaan pil kontrasepsi dan obat-obatan terlarang.

Penyebab hipertensi
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan hipertensi, dan untungnya sebagian besar dapat kita kendalikan.
Hipertensi terjadi secara perlahan seiring waktu, terutama pada orang dengan pola hidup yang kurang sehat dan kurang beraktifitas fisik.
Beberapa keadaan lain yang bisa menjadi penyebab hipertensi adalah stress, depresi, kecemasan, kelebihan berat badan dan juga penyakit diabetes.
Faktor resiko lain adalah faktor keturunan.

Masalah kesehatan yang dapat timbul akibat tekanan darah tinggi
Jika tidak dikendalikan dengan baik, tekanan darah tinggi berpotensi merusak kesehatan Anda dalam banyak hal. Beberapa organ tubuh yang sangat mungkin terganggu oleh penyaki tekanan darah tinggi adalah organ-organ penting dari tubuh anda seperti jantung, otak, ginjal, dan mata.

  • Serangan jantung dan penyakit jantung
    Tekanan darah tinggi dapat merusak arteri dan membuatnya kurang elastis, sehingga aliran darah dan oksigen ke jantung menjadi berkurang yang berakibat pada penyakit jantung. Sedangkan berkurangnya aliran darah ke jantung dapat menyebabkan beberapa penyakit jantung
  • Stroke dan masalah otak
    Tekanan darah yang tinggi dan kurang elastisnya pembuluh darah dapat berakibat pecahnya pembuluh darah di otak dn perdarahan di otak. Dengan demikian maka beberapa baian otak tidak teraliri darah yang membawa oksigen dan makanan yangberakibat matinya sel-sel otak tersebut sehingga menimbulkan kecacatan serius dalam gerakan, berbicara dan gerakan dasar lainnya.
  • Gangguan pada katup jantung
    Tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan kerusakan pada katub jantung sehingga penderita mengalami masalah pada keseahatan jantungnya.
  • Penyakit ginjal
    Penderita hipertensi yang tidak terkendali dalam waktu yang lama berpotensi pula untuk mengalami gangguan pada ginjalnya. Hal ini juga bisa terjadi pada mereka yang memiliki diabetes atau keduanya yaitu hipertensi dan diabetes.

Pencegahan

Cara terbaik untuk mencegah hipertensi adalah makan sehat dan berolahraga secara teratur. Dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, termasuk memperbaiki pola makan, berhenti merokok, dan membiasakan diri berolahraga secara teratur. Makan lebih banyak buah dan sayuran serta mengurangi konsumsi lemak jenuh dan lemak trans sangat bermanfaat untuk mencegah hipertensi.

Pengobatan
Untuk mengendalikan tekanan darah tinggi, anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan terbaik. Atau juga dengan mengkonsumsi ramuan herbal untuk mengobati tekanan darah tinggi anda.
Perlu diingat bahwa hipertensi tidak bisa atau sulit untuk disembuhkan. Satu-satunya cara adalah dengan mengendalikan tekanan darah agar stabil dan tidak tinggi yang bisa menumbulkan berbagai masalah kesehatan dikemudian hari.

Apa itu trigliserida?

Trigliserida adalah salah satu jenis lemak yang ada di dalam tubuh kita. Trigliserida bisa berasal dari makanan yang kita makan seperti minyak, mentega atau lemak yang kita makan. Trigliseride juga bisa terbentuk dari kelebihan kalori yang kita konsumsi. Ketika kita mengkonsumsi kalori terlalu banyak dari yang kita butuhkan, maka kalori tersebut akan diubah mejadi trigliserida yang akan disimpan di dalam lemak, dan akan digunakan saat kita membutuhkan energi tetapi tidak ada asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh kita, seperti misalnya saat kita lapar dalam waktu lama seperti saat puasa, atau saat kita beraktifitas dimana tubuh membutuhkan energi yang dalam jumlah banyak.

Perbedaan Trigliserida dan kolesterol
Kolesterol dan trigliserida adalah sama-sama lemak tapi berbeda dalam fungsinya. Trigliserida berfungsi sebagai cadangan energi sedangkan Kholesterol digunakan tubuh untuk berbagai metabolisme, memproduksi hormon tertentu, membuat vitamin D dan membangun sel-sel tubuh.

Ada 2 jenis kolesterol yaitu LDL yang sering kita sebut

“Lemak jahat” dan HDL yang sering disebut sebagai “Lemak baik”. Ketika kadar LDL terlalu tinggi dalam darah, hal ini akan bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah sehingga menghambat aliran darah. Inilah yang dalam dunia kedoktean disebut dengan Aterosklerosis Ketika pembuluh darah tersumbat secara total, maka akan timbul penyakit stroke atau penyakit jantung koroner.

Efek atau akibat trigliserida tinggi

Kadar trigliserida tinggi berkontribusi terjadinya ateroschlerosis. Beberapa study menunjukkan bahwa orang dengan kadar trigliserida tinggi memiliki kadar HDL yang rendah, yaitu kolesterol baik yang membawa lemak dari arteri sehingga tidak menumpuk dan menyumbat pembuluh darah.

Penyebab tingginya kadar trigliserida
Kebiasaan makan berlebihan adalah salah satu penyebab tingginya kadar trigliserida dalam darah. Namun terkadang, beberapa keadaan tertentu bisa memicu tingginya kadar trigliserida. Kondisi tersebut misalnya seperti:

  • Kebiasaan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Efek samping obat tertentu
  • Penyakit kencing manis yang tidak terkendali
  • Hipotiroidisme
  • Beberapa jenis penyakit hati dan penyakit ginjal
  • Kelainan genetik

Mengukur Kadar trigliserida

Lemak Trigliserida dapat diukur dengan tes laboratorium. Sebaiknya anda berpuasa (Kecuali minum air putih) selama 12 jam sebelum pemeriksaan terutama makanan berlemak karena itu akan mengganggu hasil dari pemeriksaan.

Nilai normal trigliserida :

  • Normal: < 150 mg/dL atau 1.7 mmol/L
  • Batas tinggi (borderline): 150-199 mg/dL atau 1.8-2.2 mmol/L
  • Tinggi: 200-499 mg/dL atau 2.3-5.6 mmol/L
  • Sangat tinggi: 500 mg/dL atau lebih 5.7 mmol/L atau lebih

Pengobatan trigliserida tinggi
Kadar trigliserida tinggi dapat diatasi dengan melakukan gaya hidup sehat. Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menurunkan kadar trigliserida adalah

  • Berolahraga secara teratur setiap hari. Lakukan olahraga secara teratur setiap hari setidaknya 30 menit sehari. Aktifitas fisik rutin dapat menurunkan kadar trigliserida dan meningkatkan kadar kolesterol baik.
  • Mengurangi makanan, terutama makanan berlemak dan karbohidrat. Makanan manis dan makanan yang terbuat dari tepung dapat meningkatkan kadar trigliserida.
  • Makan makanan tinggi serat.
  • Mengkonsumsi makanan yang kaya akan asam lemak omega-3 seperti salmon dan tuna. Makanan yang kaya akan Omega-3 dapat menurunkan kadar trigliserida dalam darah.
  • Mengurangi minuman beralkohol. Minuman beralkohol mempunyai kadar kalori yang tinggi sehingga bisa memicu kenaikan kadar trigliserida.
  • Jangan merokok.
  • Mengendalikan penyakit penyerta seperti diabetes atau hipertensi.