Teheran luncurkan gelombang ke-17 serangan rudal terhadap Tel Aviv

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) hari ini tanggal 20 Juni 2025 telah melancarkan gelombang serangan rudal ke-17 terhadap Israel, dimana sebelumnya beberapa jam pasukan Israel melakukan serangan udara besar-besaran terhadap instalasi nuklir dan militer Iran di Teheran.

Israel kembali merespon serangan tersebut dengan mengerahkan lebih banyak rudal pencegat menggunakan baterai udara di Mashhad di bagian timur negara tersebut, dan di beberapa kota di bagian barat negeri tersebut.

Serangan Iran memicu sirene serangan udara di Haifa dan di beberapa wilayah lain di Israel. Serangan tersebut adalah sebagai bagian dari Operasi True Promise 3 yang dimulai delapan hari lalu.

Sebelumnya, puluhan jet tempur Angkatan Udara Israel telah menyerang target-target militer Iran menggunakan sekitar 120 amunisi termasuk instalasi nuklir Iran. Demikina yang diumumkan oleh Pasukan Pertahanan Israel mengumumkan di Telegram. Serangan Israel tersebut mengakibatkan terbunuhnya beberapa pejabat tinggi militer Iran dan beberapa ahli nuklir.

Serangan Israel tersebut menargetkan markas besar SPND di Teheran, yang merupakan pusat penelitian program nuklir Iran yang didirikan pada tahun 2011 oleh Mohsen Fakhrizadeh, menurut intelijen Israel.

Selain menyerang fasilitas nuklir Iran, Israel juga menyerang pabrik senjata dan rudal milik Iran di Teheran dan merusak instalasi radar di Isfahan dan sistem rudal Iran.

Sekitar pukul 20:30 GMT, sebuah laporan dari Irak menyebutkan bahwa sebuah drone milik Israel jatuh di Provinsi Sulaymaniyah, di Irak utara. Laporan lokal menunjukkan sebuah kelompok di Irak telah mulai melakukan perlawanan dengan menembak jatuh beberapa serangan Israel yang dutujukan ke wilayah negara itu dalam eskalasi ketegangan regional lainnya.

Sebelumnya pada tanggal 20 Juni, tujuh orang mengalami luka ringan di Beersheba selama serangan rudal Iran. Serangan terebut yang merusak beberapa kendaraan dan sebuah bangunan tempat tinggal, laporan dari Soroka Medical Centre.

Layanan darurat telah merawat setidaknya 30 orang yang mengalami kecemasan menyusul serangan Beersheba, yang terjadi satu hari setelah rudal Iran menghantam Rumah Sakit Soroka dan kawasan pemukiman di Tel Aviv, Holon, dan Ramat Gan, melukai lebih dari 200 orang.

Pada pagi hari tanggal 20 Juni, Angkatan Udara Israel mencegat tiga pesawat tak berawak Iran yang diluncurkan dari Iran, sementara aktivitas pesawat tak berawak terus berlanjut di wilayah Laut Mati dengan beberapa peringatan sirene.

Kementerian Pertahanan dan Komando Front Dalam Negeri mengerahkan puluhan perisai pelindung di pusat kota untuk membatasi korban sipil saat rudal Iran terus menembus sistem pertahanan udara.

Pejabat Iran telah menyatakan operasi akan terus berlanjut hingga agresi Israel terhadap Iran berhenti sepenuhnya, sementara upaya diplomatik internasional terus berlanjut di Jenewa.

.