Apa manfaat bawang putih?

Bawang putih adalah salah satu jenis umbi yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Bawang putih memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Beberapa manfaat dari bawang putih diantaranya adalah mampu mengatur kadar kolesterol dalam darah, meningkatkan kesehatan jantung, menurukan tekanan darah tinggi, memperbaiki sistem imun, mencegah flu, dan masih banyak lagi.

Bawang putih termasuk dalam genus Allium dan memiliki hubungan dekat dengan bawang bombay, rakkyo, yang merupakan bawang dari Asia, daun bawang, daun kucai, dan bawang merah.

Beberapa bangsa di dunia telah menggunakannya sejak dahulu selama ribuan tahun. Bawang putih telah populer di Mesir kuno. Mereka telah menggunakan nya sebagai bumbu makanan, dan untuk pengobatan.

Mencegah penyakit flu
Menurut Pusat Nasional untuk Kesehatan Komplementer dan Integratif (National Center for Complementary and Integrative Health link), belum banyak penelitian yang menunjukkan bukti bahwa bawang putih dapat membantu mengatasi flu.

Namun sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa mengonsumsi ekstrak bawang putih tua (berusia sekitar 90 hari) dapat membantu mengurangi keparahan gejala influenza.

Memiliki kandungan antibiotik alami
Kandungan allicin dalam bawang putih mempunyai sifat sebagai antibiotik. Allicin dalam bawang putih terbentuk saat seseorang memotong atau menghancurkannya. Sebuah artikel yang terbit pada tahun 2018, menyebutkan bahwa bawang putih efektif dalam melawan organisme yang resistan terhadap antibiotik. Mengonsumsi bawang putih dapat membantu melindungi tubuh dari organisme ini dan membantu melawan infeksi bakteri.

Menurunkan kadar kolesterol dan menyehatkan jantung

Manfaat bawang putih yang lain adalah dapat membantu menurunkan kolesterol jahat dalam hal ini adalah LDL (low-density lipoprotein), sehingga dapat membantu mencegah penyakit pada pembuluh darah dan membantu meningkatkan kesehatan jantung, menurut sebuah studi tahun 2018.

Menurut British Heart Foundation, ekstrak bawang putih dan bubuk bawang putih dapat membantu menurunkan tekanan darah. Hal ini pada gilirannya juga dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Kerusakan hati akibat alkohol
Menurut sebuah artikel tahun 2018, bawang putih memiliki sifat hepatoprotektif. Ini berarti bawang putih dapat membantu melindungi hati dari kerusakan. Secara khusus, bawang putih mungkin bermanfaat dalam melindungi terhadap kerusakan hati yang diakibatkan oleh etanol. Etanol adalah senyawa yang terdapat dalam minuman beralkohol.

Bawang putih dapat membantu mengurangi risiko penyakit hati akibat alkohol, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan. Namun, cara terbaik untuk mencegah kondisi tersebut berkembang adalah dengan membatasi atau menghindari asupan alkohol.

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2018 juga menemukan bahwa mengonsumsi bawang putih mentah yang dihancurkan dua kali sehari selama 4 minggu dapat mengurangi lingkar pinggang pada orang dengan sindrom metabolik.

Satu siung bawang putih (3 gram) mengandung sekitar 4,47 kalori. Ini berarti bawang putih juga dapat memberikan pilihan rendah kalori untuk bumbu hidangan.

Memperbaiki memori
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Aged garlic extract (AGE) atau ekstrak bawang putih tua sangat bermanfaat untuk membantu melindungi otak terhadap defisit kognitif dan memori. Hal ini mungkin karena kandungan antioksidan dalam bawang putih sehingga mampu mencegah kerusakan oksidatif sel.

Ini berarti bisa jadi bawang putih dapat memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer. Namun, karena ada banyak penyebab penyakit Alzheimer, mungkin tidak mungkin untuk mencegah kondisi tersebut sepenuhnya.

Diperlukan lebih banyak penelitian tentang manfaat bawang putih untuk melindungi terhadap penyakit Alzheimer dan jenis demensia lainnya.

Meningkatkan kesehatan tulang
Mengonsumsi bawang putih dapat bermanfaat bagi kesehatan tulang. Hal ini karena bawang putih dapat membantu mengurangi stres oksidatif.

Sebuah studi kecil tahun 2017 mencatat bahwa bawang putih mentah dan tablet bawang putih dapat meningkatkan penyerapan kalsium. Hal ini dapat bermanfaat dalam mengobati kondisi seperti osteoporosis.

Khasiat antikarsinogenik
Bawang putih mengandung banyak senyawa yang mungkin memiliki khasiat antikarsinogenik, yang membantu melindungi dari kanker. Senyawa-senyawa ini meliputi:

  • allicin
  • diallyl disulfide
  • diallyl sulfide
  • diallyl trisulfide
  • S-allyl mercapto cysteine
  • S-allylcysteine

Ini dapat membantu melindungi dari kanker dalam sejumlah cara. Mereka meliputi penghentian siklus sel, yaitu saat sel kanker berhenti menggandakan diri dan membelah, dan apoptosis, yang merujuk pada kematian sel kanker.

Menurut National Center for Complementary and Integrative Health, mengonsumsi makanan yang kaya akan sayuran dalam famili bawang putih dapat menurunkan risiko seseorang terkena kanker tertentu, seperti kanker gastrointestinal.

Contoh sayuran dalam famili bawang putih meliputi:

  • bawang putih
  • bawang merah
  • daun bawang
  • kucai

Meskipun bawang putih saja tidak akan melindungi dari kanker, mengonsumsi bawang putih sebagai bagian dari makanan seimbang dapat membantu mengurangi risiko seseorang. Seseorang juga dapat menghubungi dokternya untuk meminta nasihat tentang cara lain untuk mengurangi risiko terhadap berbagai jenis kanker.

Manfaat jahe untuk apa saja?

Jahe: Rempah Ajaib dengan Segudang Manfaat Kesehatan

Jahe, atau Zingiber officinale, adalah rempah-rempah yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di berbagai budaya, dari Asia hingga Timur Tengah. Dikenal dengan aroma khasnya yang pedas dan hangat, jahe bukan hanya sekadar bumbu dapur, tetapi juga merupakan sumber nutrisi dan senyawa bioaktif yang luar biasa. Mari kita selami lebih dalam manfaat kesehatan yang terkandung dalam jahe.

Mengandung gingerol, yang memiliki khasiat obat yang manjur. Gingerol merupakan senyawa bioaktif utama dalam jahe. Senyawa ini memiliki banyak khasiat obat yang potensial.

Menurut penelitian, gingerol memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan yang kuat. Gingerol dapat membantu mengurangi stres oksidatif, yang diakibatkan oleh terlalu banyaknya radikal bebas dalam tubuh.

Apa saja manfaat terbaik dari jahe?

  1. Meredakan Mual dan Muntah
    Manfaat jahe yang paling terkenal adalah kemampuannya dalam meredakan mual dan muntah. Ini sangat efektif untuk mual di pagi hari selama kehamilan, mual akibat kemoterapi, dan mabuk perjalanan. Senyawa aktif dalam jahe, terutama gingerol, bekerja pada reseptor di saluran pencernaan dan otak untuk menenangkan sensasi mual.
  2. Mengurangi Nyeri dan Peradangan
    Jahe memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat berkat kandungan gingerol dan shogaol. Senyawa ini dapat menghambat pembentukan senyawa pemicu peradangan dalam tubuh, menjadikannya pilihan alami untuk meredakan nyeri otot setelah berolahraga, nyeri sendi akibat osteoartritis, dan bahkan nyeri haid.
  3. Memperbaiki dan menjaga Kesehatan Pencernaan
    Selain meredakan mual, jahe juga berperan dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan secara keseluruhan. Jahe dapat membantu mempercepat pengosongan lambung, yang bermanfaat bagi orang dengan dispepsia (gangguan pencernaan) atau perut kembung. Jahe juga dapat mengurangi kejang usus dan meningkatkan produksi enzim pencernaan, membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih efisien.
  4. Menurunkan Kadar Gula Darah dan Meningkatkan Kesehatan Jantung
    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Jahe juga dapat berkontribusi pada kesehatan jantung dengan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, serta membantu mencegah pembekuan darah.
  5. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
    Jahe kaya akan antioksidan yang membantu melawan radikal bebas dalam tubuh, sehingga melindungi sel-sel dari kerusakan. Sifat anti-inflamasi dan antimikroba jahe juga berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu Anda melawan infeksi dan tetap sehat, terutama saat musim flu.
  6. Potensi Anti-Kanker
    Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, beberapa studi awal menunjukkan bahwa jahe memiliki potensi sifat anti-kanker. Senyawa dalam jahe dapat membantu menghambat pertumbuhan sel kanker pada beberapa jenis kanker, termasuk kanker ovarium, usus besar, dan prostat.
  7. Membantu Meringankan Sakit Kepala dan Migrain
    Sifat anti-inflamasi jahe juga berperan dalam meredakan sakit kepala, termasuk migrain. Jahe dapat membantu mengurangi peradangan pada pembuluh darah di kepala, yang sering menjadi pemicu nyeri. Beberapa orang menemukan bahwa mengonsumsi jahe saat gejala migrain pertama muncul dapat membantu mengurangi intensitas dan durasi serangan.
  8. Membantu Menurunkan Berat Badan
    Meskipun bukan solusi ajaib, jahe dapat menjadi pendukung dalam program penurunan berat badan. Jahe diketahui dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh, yang berarti tubuh membakar lebih banyak kalori. Selain itu, jahe dapat memberikan efek kenyang lebih lama, membantu mengurangi keinginan untuk makan berlebihan.
  9. Melawan Infeksi Bakteri dan Jamur
    Jahe memiliki sifat antimikroba yang kuat. Senyawa tertentu dalam jahe, seperti gingerol, telah terbukti efektif dalam melawan berbagai jenis bakteri dan jamur. Ini menjadikannya alat alami yang potensial untuk membantu mencegah dan melawan infeksi, mulai dari infeksi bakteri umum hingga infeksi jamur seperti kandidiasis.
  10. Meningkatkan Fungsi Otak
    Beberapa penelitian awal menunjukkan bahwa antioksidan dan senyawa bioaktif dalam jahe dapat membantu meningkatkan fungsi otak. Jahe dapat melindungi otak dari kerusakan oksidatif, yang merupakan faktor kunci dalam penuaan otak dan penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer. Jahe juga diduga dapat meningkatkan waktu reaksi dan memori.

Cara Mengonsumsi Jahe:

Jahe sangat mudah diintegrasikan ke dalam pola makan sehari-hari Anda. Anda bisa menambahkannya ke dalam teh, jus, smoothie, sup, kari, atau hidangan panggang. Jahe segar, bubuk jahe, atau suplemen jahe adalah pilihan yang tersedia.

Peringatan:

Meskipun jahe umumnya aman bagi kebanyakan orang, konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi jahe dalam jumlah besar, terutama jika Anda sedang hamil, menyusui, atau memiliki kondisi kesehatan tertentu dan sedang mengonsumsi obat-obatan.

Dengan segudang manfaat kesehatan yang ditawarkannya, jahe layak mendapatkan tempat istimewa di dapur dan lemari obat alami Anda. Mulailah menambahkan rempah ajaib ini ke dalam rutinitas Anda dan rasakan sendiri manfaatnya!

Manfaat jahe untuk apa saja?
Apa manfaat terbaik dari jahe?
Apa saja 5 manfaat medis jahe?
Apa khasiat dari wedang jahe?